Pencuri Motor Babak Belur Dihakimi Warga

SUBANG .Jabarkita,- Kawanan pencuri sepeda motor seakan tak pernah berhenti sasarannya. Sasarannya tak hanya di tempat parkir, di teras rumahpun diembatnya.

Kejadian seperti ini dialami seorang korban warga di Jl. A. Yani Gg. G. Kujang Kel. Pasirkareumbi Subang. Ia nyaris kehilangan sepeda motor Satria FU miliknya Senin dinihari (1/7) sekitar pukul 03.00.

Menurut keterangan, saat itu pemilik rumah yang sedang punya bayi, dengan terpaksa dua sepeda motornya diparkir di teras rumah.

Disaat pemilik sedang tidur, sekitar pukul 03.00 mendengar suara benda patah.Saat itu pintu dibuka, namun begitu membuka pintu dibuka pelakunya langsung kabur.Spontan pemilik rumah berteriak maling.

Warga yang mendengar teriakan kemudian keluar rumah dan memburu pelaku. Akhirnya salah seorang dari pelaku tadi bernama Shain (22) warga Dusun Krajan Desa Sukamaju Kec. Sukasari,berhasil ditangkap warga dan dihakiminya.

Akibat kekesalan warga, malah pelaku sempat disiram bensin untuk dibakar, namun aksi ini sempat dihalangi petugas yang cepat datang ke lokasi, begitu juga sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi T 3936 FP milik pelaku sama nyaris dibakar massa.

Menurut pengakuan Shain (22) salah seorang pelaku, ia pergi bersama temannya bernama Tas warga Pagaden menuju gang di Jl. A. Yani, di tengah gang disuruhnya menunggu sedangkan Tas masuk ke dalam gang kecil.

Tak lama kemudian terjadi keributan Tas berlari sedangkan Shain mau kabur bersama motor Mionya langsung ditangkap warga dan menjadi bulanan-bulanan.Shain diamankan dan dibawa ke RSUD untuk diberi pengobatan karena kepalanya bocor, dasar pencuri diobati bukannya berterimakasih malah kabur.

Kejadian ini cepat diketahui anggota polisi dan Shain dapat ditangkap kembali setelah berada di luar rumah sakit.

Kapolres Subang AKBp Chiko Ardwiatto melalui Kasat Reskrim AKP Dicky F. Bachriel didampingi Kanit I Ipda Mukhlisin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pelaku masih didalam pendalaman sedangkan pelaku yang kabur masih dalam pengejaran”, ujar Dicky. (eddy /adang).

Polisi Subang Sita 3 Kg Ganja, 7 Pengedarnya Dibekuk

DSC_0216SUBANG.Jabarkita,- Seakan tak ada habisnya dibabat satu muncul yang lain, demikian pula pengedar dan pemasok daun ganja seakan tak akan habisnya.

Bermula dari penangkapan pengedar kecil-kecilan seharga Rp 50 ribu dan setelah ditelusuri akhirnya baru mendapat bandarnya dengan barang bukti 3 kg daun ganja.

Bandar yang baru diciduk yaitu Wah (32) warga Cikalong Kec. Cilamaya Karawang, menurut pengakuan Wah barang dibeli Rp 2.5 juta/kg dari seseorang masih warga Cilamaya.

Polisi berhasil mengamankan delapan orang dan salah satunya An (17) yaitu pelajar sebuah SMA di Pusakajaya.An bertindak dalam perkara ini hanya sebagai kurir.

Selain daun ganja berhasil disita pula obat yang masuk daftar G yaitu dari tsk Hid (21) warga Cilamaya dan Tas (27) warga Cikampek, menurut pengakuannya obat ini didapat dari sebuah toko di Roxy Jakarta.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto didampingi Kasar Narkoba AKP Iwan Wahyudi saat dikonfirmasi, “Keberhasilan anggotanya tak lepas dari inpormasi masyarakat yang disampaikan, untuk kasus ini pemasoknya akan dikejar muda-mudahan bisa diamankan” ujar Iwan. (eddy)

 

Polisi Subang Ungkap Kasus Pembunuhan

DSC_0192DSC_0179DSC_0188SUBANG.Jabarkita,- Tak lebih dari 24 jam pelaku pembunuhan terhadap korban Ahmad Rizal warga Purwakarta berhasil diciduk di daerah Cikarang Bekasi pada kemarin sore sekitar pukul 17.00.Ternyata pelakunya adalah Angga Prasetia (24) warga Kampung Tegalgaru Desa/Kec. Cipeundeuy, Subang.

Menurut pengakuan tersangka Angga Prasetia,kejadiannya  bermula dari pacarnya bernama Rat (22) warga Cibatu Purwakarta meminjam uang sebesar Rp 1 juta dari korban dari seorang petugas bank  keliling 6 bulan lalu.Uang itu ada yang sudah dibayar ternyata jumlahnya sekarang menjadi Rp 1.5 juta.

Sekitar dua bulan yang lalu korban mengajukan syarat utang lunas asal mau ditiduri. Karena utangnya malah semakin membesar Ratna terima saja toh utangnnya bakalan lunas.

Ternyata hal ini hanya akal-akalan korban malah menagih kembali  uang itu bila tidak dibayar akan diadukan ke polisi.Karena sudah tak tahan Rat curhat pada pacarnya yaitu Angga ,dan Angga malah tersentak kaget mendengar pengakuan itu malah korban mengajak tidur lagi.

Ditambahkan Angga disinilah korban dan Angga bersmsan bahwa utang Rat akan dibayar hari itu juga yaitu pada Minggu (23/6) dan keduanya sepakat bertemu di Sadang Purwakarta padahal keduanya baru bertatap muka.

Saat itu  Angga menjanjikan menemui orangtuanya ada di Subang dan harus pergi ke Subang saat tiba di Kalijati hujan turun dan keduanya sempat berteduh dan tiba di Dangdeur masuk ke arah Cidahu.

Hari menjelang maghrib di tempat yang sunyi inilah pelaku yang sudah mempersiapkan badik langsung menyayatkan badiknya ke leher korban dan korban hingga terjatuh dan sempat berlari, oleh pelaku korban ditusuk dari belakang sebanyak dua kali.

Usai melakukan perbuatan itu pelaku sembunyi di daerah pesawahan dan sekitar tengah malam kembali ke arah Dangdeur dan dilanjutkan ke Cikarang sampai tertangkap.

Sementara Rat mengakui bahwa korban sempat menidurinya karena dijanjikan utangnya lunas, uang itu untuk kebutuhan sehari-hari apalagi sudah punya anak satu sedangkan Rat bekerja sebagai buruh pabrik.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto didampingi Kasat Reskrim AKP Dicky F. Bahriel didampingi Kanit I Ipda Mukhlisin saat ditemui awak media cetak dan elektronik menuturkan, “Keberadaan pelaku dapat diketahui dari handphone milik korban karena sudah smsan” tegasnya. (eddy muteh)

 

Warga Purwakarta Ditemukan Tewas Di Subang

SUBANG.Jabarkita,-Warga Kampung Bondang Desa Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat, Minggu (23/6) di gegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di areal pesawahan dengan wajah berlumuran darah di daerah mereka.

Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka cukup parah, luka sayatan pada bagian leher kanan dan dua luka tusuk di punggung.

Diperkirakan, korban  melakukan perlawanan. Ini terlihat dari sela-sela jari kiri korban  terdapat luka sayat.

Di saku celana korban, ditemukan identitas dengan nama  Ahmad Rizal (25) warga Kampung Ali Hamdan RT 15/04 Desa Marancang Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.

Selain itu juga di samping jenasah korban, ditemukan juga sepeda motor miliknya, Yamaha Vixon bernomor polisi T 2870 BQ dan telepon genggam yang saat ini sudah diamankan di Polres Subang.

Ketika ditemukan warga, korban mengenakan pakaian kemeja pendek kotak-kotak warna merah, jaket warna hitam, celana coklat, helm warna putih dan sandal sepatu warna putih.

Informasi yang dihimpun, menyatakan, sebelum kejadian korban berboncengan dengan pria lain. Di perjalanan korban mengalami penyiksaan sadis hingga mengakibatkan tewas. Pelaku menyayat leher korban dengan  sebilah badik. Saat ditemukan warga, badik tersebut masih menancap di punggung korban.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasat Reskrim AKP Dicky F. Bachriel didampingi Kanit I Ipda Mukhlisin saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan tentang penemuan mayat berlumuran darah itu. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Dugaan sementara korban dibunuh karena dendam, “. ujar Kasat Reskrim singkat.. (my/adang)

Polisi Subang Tangkap 3 Pengedar Ribuan Pil Dextro

IMG01673-20130620-1230SUBANG.Jabarkita,- Jajaran Satuan Narkoba Polres Subang kembali menciduk 3 orang pengedar pil dextro.Dari tangan ketiga tersangka, Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 4.071 butir.

Ketiga pelaku masing-masing Tarno alias Tulop (25) warga Kampung  Cimaung, Desa Tambakmekar Kecamatan Jalancagak, Rudiwan alias Caweng (28) dan Gugun Gunawan (18) keduanya warga Kampung/Desa Tambakan. Polisi menangkap Tarno terlebih dahulu dengan barang bukti sebanyak 54 butir.

Menurut pengakuan Tarno barang ini didapat dari Rudiwan. Atasa pengakuan Tarno polisi melakukan pengembangan dan menangkap Rudiwan dan Gugun Gunawan. Dari tangan keduanya diamankan barang bukti sebanyak 4017 butir. Pengakuan Rudiwan, barang itu diperloeh dari sebuah toko di daerah Sumedang.

“Ini terungkap tak lepas dari peranserta masyarakat dan ditangkapnya D yang menyimpan ganja sebanyak 30 kg di tempat pembuatan jamur di daerah Ciasem.  Kasus ini masih dikembangkan,” ujar Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto didampingi Kasat Narkoba AKP Iwan Wahyudi kepada wartawan .[adang]

Polres Purwakarta Amankan 5 Pelaku Curat

IMG_20130620_102400IMG_20130620_101832PURWAKARTA, Jabarkita,- Satuan reserse kriminal kepolisian Resort Purwakarta, berhasil mengamankan 5 orang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dengan modus dan kasus berbeda. Kasus pencurian kendaraan roda 2, dan perhiasan emas nasabah bank Danamon Sari’ah Cabang Pembantu Purwakarta.

Dalam keterangannya kepada para wartawan, saat Jumpa pers di gedung Satreskrim Kamis (20/06). Kasatreskrim Polres Purwakarta, Ajun Komisaris, Akbar Faisal Pasaribu, S. Ik, MH. Didampingi Kasubag Humas, Ajun Komisaris, Sunarso, dengan para kanit beserta anggota. Mengatakan :

“DGE (30) tersangka pelaku pencurian barang nasabah Bank Danamon Syariah Purwakarta, tercatat sebagai Kepala Cabangnya. Dengan modus operandi, mengambil barang berupa uang tunai, emas batangan, serta perhiasan dalam brankas menggunakan kunci cadangan kantor.” Ungkapnya

Polisi berhasil mengamankan barang bukti, 1 buah tas warna hitam berisi, berupa file barang yang hilang, dan perhiasan emas seberat 2 kg berupa, 3 buah kalung, 18 buah gelang, 54 buah anting, 122 buah cincin, dan 43 buah bros beserta liontin.

“Tersangka sendiri ditangkap pada Senin (10/06) lalu di sekitar Purwakarta, setelah sebelumnya melarikan diri ke Bandung, lalu ke Sukabumi, dan selanjutnya ke Jakarta, berakhir di Purwakarta. Selama pelarian, tersangka sempat menjual barang hasil curian kepada kerabatnya R dan H. Yang bersangkutan masih dalam tahaf proses pengejaran, sudah masuk DPO.” Tambah Akbar

DGE mengaku, ia khilaf dan banyak kebutuhan. Salah satunya, tagihan kartu kredit yang banyak, serta utang tunai sebesar 60 juta rupiah. Namun menurut Polisi, kerugian yang timbul akibat ulah DGE mencapai 4, 5 miliar rupiah. Dengan total berat perhiasan emas mencapai 10 kg, sudah dijual tersangka 2 kg. Sisanya, masih dalam tahap pengembangan penyidik.

Sementara 4 orang lainnya yang diamankan, adalah UH alias Uje (24) warga Babakan Asem Rt05 Rw02 Tegalwaru Purwakarta, pelaku pencurian 2 kendaraan roda 2. Sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna biru, dan Honda Revo warna hitam beserta 1 kunci leter T. Sebagai barang bukti, yang berhasil diamankan dari para penadah.

Tersangka penadah AJ (36) warga Tegal Datar Maniis, dan SA (28) warga Ciherang Pasawahan yang membantu UH menjual hasil curiannya kepada ES (38) warga Karoya Tegalwaru, Kamis (30/05) lalu, ikut diamankan polisi beserta barang bukti dan pemetik. Tersangka UH menjual hasil curiannya, kepada para penadah, antara 3 sampai 4 juta rupiah perunitnya.

“Ke 2 tersangka pelaku pencurian dan pemberatan, DGS dan UH dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Dan untuk tersangka para pelaku penadah barang bukti, hasil pencurian kendaraan roda 2, ES, AJ, dan SA. Dikenakan pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman sama, maksimal 4 tahun penjara.” Pungkas kasatreskrim.

Usai gelar perkara, para tersangka digiring kembali ke sel tahanan. Dan barang bukti, berupa perhiasan emas diamankan kembali oleh aparat. Sedangkan barang bukti kendaraan roda 2 yang disita petugas, terpakir dihalaman depan gedung satreskrim Polres Purwakarta (Tomy)

Kakek Kitok Ditemukan Tewas Di Sungai Ciasem

DSC_0135SUBANG.Jabarkita,- Setelah menghilang dari rumah selama empat hari, akhirnya keberadaan kakek Kitok (71) baru diketahui setelah menjadi mayat terapung di sungai Ciasem blok Curugjati Desa Cikaum Timur Kec. Cikaum, Rabu (19/6) sekitar pukul 10.30.

Kakek Kitok yang beralamat di Dusun Cikaum Girang RT 07/03 Desa Cikaum Timur diduga korban tewas saat akan mandi atau buang air besar, korban pertamakali diketahui oleh warga yang sedang mancing yaitu Parman (35).

Saat itu Parman mencium bau menyengat , setelah dicari sumbernya ternyata ada sesosok mayat.

Penemuan mayat itu kemudian disampaikan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Cikaum. Anggota Polsek Cikaum langsung mengevakuasi korban ke Polsek, dari pemeriksaan medis tidak diketemukan adanya unsur kekerasan.

“Korban saat diketemukan tak ada warga yang mengenalinya dan semula akan dibawa ke RSUD Ciereng sebagai penemuan mayat tak dikenal karena sudah bau menyengat, sekitar pukul 12.45 identitas korban diketahui dan diserahkan kepada pihak keluarga”, ujar Kanit Reskrim Aiptu Oman Aminta saat dikonfirmasi.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Cikaum AKP Udi Sahudi, “Membenarkan kalau korban diduga terpeleset di sungai, pihak keluarga menganggapnya sebagai suatu musibah karena korban sudah pikun”. ujar Udi. (eddy muteh).

Sopir Korban Pembiusan Ditemukan Di Cipeundeuy, Subang

SUBANG.Jabarkita,- Sesosok pria diduga korban pembiusan ditemukan warga dekat warung kelontongan SMP I Cipeundeuy sekitar pukul 05.00, Jum’at (15/6).

Hari menjelang siang pria ini masih dalam keadaan tertidur. Oleh warga sempat pria itu dibangunkan, namun tak bangun-bangun.

Karena curiga warga kemudian melaporkannya ke Polsek Cipeundeuy sekitar pukul 10.00.

Oleh polisi, pria ini dirujuk ke puskesmas setempat. Saat diperiksa , dari saku celananya diketemukan identitas berupa KTP, SIM BII dan sim di negeri Arab Saudi.

Korban bernama Haris Riswandi (49) warga Jl. Babakansari RT 03/14 Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong Bandung.

Saat diketemukan korban mengenakan celana jean warna hitam dan kaos hitam.

Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kapolsek Cipeundeuy Kompol Kusno Diyantara didampingi Kanit Reskrim AKP Ojat Sudrajat saat dikonfirmasi membenarkan telah menemukan seorang pria yang diduga korban pembiusan, korban masih dalam keadaan tak sadarkan diri. (eddy muteh/adang)

Polisi Bekuk Pelaku Curanmor, 1 Tewas 2 dilumpuhkan

SUBANG.Jabarkita,- Satuan reskrim Polres Subang berhasil membekuk tiga orang pelaku pencurian sepeda motor, 1 tewas tewas ditembak dan dua orang dilumpuhkan tadi siang, Rabu (12/6) sekitar pukul 13.00.

Menurut Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasat Reskrim AKP Dicky F. Bachriel didampingi Kanit I Ipda Mukhlisin saat dikonfirmasi, “Membenarkan telah menembak mati seorang pelaku curanmor dan dua orang dilumpuhkan karena saat akan ditangkap ketiganya sempat mengeluarkan golok dan clurit.

Pelaku dalam melakukan aksinya selalu menyewa mobil rental barang hasil curian kemudian dimasukan ke dalam mobil sehingga warga yang pernah merasa kehilangan sulit melakukan pengejaran karena diduga motornya langsung dibawa kabur padahal motor hasil curian dimasukan ke mobil.” ujar Dicky.

Inpormasi yang diterima anggota bahwa pelaku sedang berada di daerah Pamanukan dengan menyewa mobil Avanza, maka anggota reskrim langsung melakukan pengejaran dan saat mobil pelaku dipepet untuk diberhentikan malah ketiga pelaku langsung mengeluarkan golok dan clurit.

Seorang pelaku yang tewas diketahui bernama Sopian Jaya alias Sabah (35) warga Cibalandong kec. Cibogo sedangkan kedua pelaku yang dilumpuhkan bernama Deden Arga (22) warga Cibalandong dan Engkos Kosasih (21) warga Kampung Cipaku Desa/Kec. Cibogo.

Dari pengakuan sementara telah melakukan pencurian sebanyak tigakali dari tempat yang berbeda, “Mulanya sih curi bebek sebanyak 97 ekor dengan menyewa mobil, karena penghasilannya minim kemudian ke motor bebek” ujar Enkogs saat ditemui di Mapolres.

Terhadap korbannya pelaku tak segan-segan mengancam dengan golok dan clurit, kemudian korban mata, kaki dan mulut dilakban. Sadis memang. (eddy muteh)

4 Pria Berseragam Mirip Polisi Rampok Mobil Alfamart

DSC_0092SUBANG.Jabarkita.- Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) kembali terulang di wilayah hukum Polres Subang, modus yang dipakai pelaku yaitu mengenakan atribut mirip polisi dan berjumlah empat orang sedangkan pelaku menggunakan mobil Avanza warna hitam.

Korban kali ini menimpa seorang supir Alfamart usai mengantarkan barang ke sejumlah toko swalayan di daerah Pagaden bernama Deny Anggoro (29) warga Kec. Secang Magelang.

Menurut pengakuan korban kepada polisi penyidik di Pagaden menuturkan, usai mengantarkan barang sekitar pukul 19.00 di Kampung Cempaka Desa Sumbersari Pagaden saat akan pulang ke Bandung dari arah belakang ada sebuah mobil dari arah belakang mengeluarkan sinyal dim maksudnya agar dirinya berhenti.

Karena curiga kemudian mobil bok yang bernomor Polisi D 8691 DE yang dikemudikannya malah tancap gas.Tetapi mobil itu malah memepetnya dan menyuruhnya turun.

Seorang pelaku mengenakan atribut pakaian polisi sempat membentaknya,”kenapa kamu suruh berhenti malah tancap gas” ujar pelaku yang ditirukan korban.

Korban saat itu memohon maap. Tetapi pelaku itu malah menyuruhnya menghampiri mobil yang dibawanya.”Ayo minta maap sama komandan saya” bentak pelaku.

Tetapi begitu korban mendekati mobil pelaku malah diseretnya dan dibawa ke dalam mobil, di tempat inilah korban ditodong dengan pistol. Mata, mulut, tangan dan kaki diikatnya dengan lakban sembari meminta kunci gembok.Setelah itu korban di buang di areal pesawahan Kampung Cikatomas Desa Gambarsari.

Malam itu korban diketemukan oleh warga yang kebetulan sedang melintas.Saat itu juga kejadiannya dilaporkan ke polisi. Polisi yang mendapat laporan dari warga langsung menuju tempat kejadian, sedangkan mobil box yang dibawa pelaku diketemukan di pinggir jalan raya masih di daerah Gambarsari arah ke Pamanukan oleh warga yang ikut bersimpati ikut melakukan pencarian.”Karena modusnya mirip dengan di daerah Pantura maka korban dilimpahkan ke Polres” ujar AKP Mulyana kepada jabarkita.
Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasat Reskrim AKP Dicky F. Bachriel didampingi Kanit I Ipda Mukhlisin, saat dikonfirmasi Senin (10/6), “Membenarkan telah terjadi curas, akibat kejadian korban kehilangan uang Rp 30 juta, sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan” tegasnya. (eddy/adang)